Sampah Pikiran

Kumpulan hal2 tak pentink yang berseliweran di otak si empunya blog

Pengaruh Sudut Pandang September 9, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 12:16 am
Tags: ,

Sudut pandang berefek besar pada sebagian besar hal yang kita alami. Dan ngliat suatu hal dengan berbagai sudut pandang itu penting.

Ga percaya? Ga mo tau? Ya udah tutup aja blog ini. Percaya? Udah tau? Ya udah tutup aja blog ini. Penasaran? Baca aj mpe abiz ^^

sebenernya belakangan ini banyak bgt masalah yang menyangkut sudut pandang yang gw alami. Tapi gw akan menulis 2 di antaranya. Gw kyna bakal menulis singkat. Secara sekarang ini tangan kanan gw lagi keseleo, ktna tulangnya ad retak dikid. *doakan cepat sembuh ya… udah mule kuliah nii…*

Ehem. Balik ke urusan sudut pandang. Apa sih yang gw maksud dengan sudut pandang? Sudut pandang itu maksudnya cara memandang suatu hal, biasanya relatif. Artinya, suatu hal kalo diliat dari sudut pandang yang berbeda. Hasilnya bisa bertambah baik ato malah bertambah buruk, ato ga ada efeknya sama sekali, karena dipengaruhi sudut pandang lain. Ribet yah? Yaa mungkin loe bakal ngerti maksud gw setelah baca blog ini sampe abiz. ^^

Lagi2 ehem. *kapan abiznya kalo mulai aj belom?* Aduh kebiasaan lama muncul lagi. Bilangnya mau bikin post yang singkat tapi ujung2nya kebanyakan kata2 yang keluar dari otak. Huhu they’re spilling out of moi brain like crazy xp

Contoh pertama :

Okei jadii ceritanya, hari Jumat lalu gw ada latian koor. Latian berlangsung normal. Salah gw, gw ga bawa (malah bahkan ga punya) beberapa lagu baru. Trus di akhir pertemuan, pelatihnya nanya, “Kamu koq byk ga punya teks seh? Coba Canon in D punya ga?” gw jawab, “punya,” trus dy nanya lagi, “punya teks trumpet voluntary ga?” gw jawab lagi, “punya.” Suddenly semua ketawa. Kenapa? Mari kita bahas satu persatu sudut pandangnya. Sebelum itu, gw mau menjelaskan bahwa gw adalah pemain organ. Dan trumpet voluntary adalah lagu instrumental organ yang biasa digunakan untuk mengiringi misa perkawinan xp

Dari sudut pandang pelatih koor : yang dy maksud tentunya adalah teks lagu koor.

Dari sudut pandang teman2 koor : yang mereka tangkap tentunya juga teks lagu koor, dan ga semua dr mereka tau bahwa gw adalah seorang pemain organ.

Dari sudut pandang gw : gw punya teks organnya. Jadi gw dengan santainya jawab punya.

Kemudian dari berbagai sudut pandang bisa ditarik beberapa pernyataan baru.

Dari sudut pandang teman2 koor yang ga tau bahwa gw seorang pemain organ : gw ga tau dan asal jawab. Mereka anggep gw ga tau bahwa trumpet voluntary adalah lagu instrumental.

Dari sudut pandang gw : ga bisa disangkal, kalo semua orang berada dalam posisi gw, pasti mikirnya ke arah bohong. Gw pasti mikir bahwa orang lain ngecap gw bohong.

Gw salah. Kenapa? Gw ga memperhitungkan bahwa dari sudut pandang seorang pelatih koor, yang dy maksud adalah teks lagu koor. Emang bener gw punya teks lagunya, tapi maksud gw adalah teks lagu organ. Miskomunikasi terjadi. And that sucks… xp

itu adalah contoh pertama.

Contoh kedua :

Jadi ini berkaitan erat dengan pengalaman saat gw duduk di bangku SMA. Gw selalu mengira2 apa yang akan terjadi saat gw memilih tempat duduk di posisi tertentu. Pendapat umum :

1. Kursi di depan tuh untuk orang pinter yang alim, ditambah lagi ga bs ngobrol.

2. Kursi di belakang tuh untuk orang yang bisa dengan bebasnya ngobrol.

Dari sudut pandang guru juga mayoritas menganut pendapat yang sama. Teachers tend to pay their attention more to the back than to the front. Kenapa? Karena banyak guru mengasumsikan bahwa anak2 di belakang adalah anak2 yang suka ngobrol. Sudut pandang itu membuat gw betah di depan selama 1 tahun di kelas 3 SMA. Ngobrolnya tetep sama koq, ributnya sama, tidurnya sama, nyeletuknya sama, asiknya sama, ditambah lagi nilai lebih bagus drpd ank2 deretan blkg. Dan di kelas yang rame, guru akan lebih sering mampir ke belakang untuk menenangkan anak2 yang ribut. Itu terjadi d CC, paling ga. Dan ini bisa salah tergantung dari mental dan kepribadian gurunya. Kalo gurunya cuek, yaaa duduk di belakang n depan sama aja, orang tidur jg ga digubris.

Gw seneng berpikir kebalik ky gini. Kenapa? Ya that’s just who I am. Gw suka ngebalik2 pola pikir dan sangat amat menyenangkan ketika tau bahwa orang yang kita pikirkan benar2 melakukan apa yang ada di pikiran kita.

Dah ah, malam semakin larut, tangan semakin sakit, tidur semakin sedikit, besok pagi ada kuliah menggambar… wew… tha2… xp

 

Astonished. Juli 24, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 11:10 pm
Tags: ,

Hari ini lagi2 merupakan hari yang sangat biasa. Sebenernya setiap hari merupakan hari biasa buat gw, karena gw tengah menjalani liburan panjaaaaaang sekali. Kesibukan gw ya begitu2 aja. Nothing out of the ordinary. Tapi justru dari hari2 biasa inilah gw bisa mempelajari sesuatu yang kadang2 ga gw sadari. Bingung? Jelas aja, orang gw belom jelasin apa yang gw alami hari ini. Hehe. Moga2 setelah baca blog ini, kalian akan mengerti apa yang gw maksud “belajar dari hal2 yang biasa.” Kalo tetep ga ngerti? Itu goblog namanya.

Jadi, hari ini gw disuruh nganterin barang ke rumah sakit buat nyokap gw yang notabene adalah seorang dokter di rumah sakit tersebut, sekalian milih warna buat brackets yang rencananya akan dipasang hari Senin yang akan datang. Kejadian yang gw maksud terjadi dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Jadi gw naek angkot buat pergi ke rumah sakit. Waktu gw nyetop angkot, untuk memastikan bahwa gw naek angkot yang benar (karena setau gw angkot bernomer sama punya 2 jalur), gw tanya dulu, “Mas, ini lewat rumah sakit kan?” dan jawabannya bener2 biasa, “Betul” sambil tersenyum. Biasa. Tapi nadanya sangat ramah dan melihat supir2 angkot lainnya pada umumnya, biasanya mereka hanya menganggukkan kepala bahkan tanpa melihat ke orang yang bertanya, senyum pun tidak.

Gw menyadari ada yang “berbeda” dengan supir angkot yang ini. Dia menunggu sampe gw bener2 duduk, baru jalan. Cara nyetirnya juga ga ugal2an. Suatu hal yang sangat sulit ditemui di Jakarta zaman sekarang. Di tengah jalan, ada satu hal lagi yang membuat gw kaget. Saat seseorang turun, gw mendengar satu kata yang TIDAK PERNAH sekalipun diucapkan puluhan supir angkot yang telah gw tumpangi. “Terima kasih.” Ternyata begitu gw turun, dy juga mengucapkan hal yang sama, dan gw bisa melihat senyumnya saat gw menyerahkan dua lembaran uang bergambar Pattimura yang sudah lecek oleh tangan2 pemilik sebelumnya.

Hal ini membuat gw berpikir dan merenung. Supir angkot sering dicap sebagai manusia yang tak tahu aturan, maen serobot sana sini. Nyatanya baru2 ini, saat gw di undangan dan mengantri makanan, gw diserobot oleh manusia berjas hitam berambut klimis yang pasti mengakui bahwa derajat dirinya lebih tinggi dari supir angkot tapi berkelakuan seperti anak kecil miskin yang kurang makanan. Supir angkot juga sering dikenal sebagai orang tak berpendidikan yang tak tahu sopan santun. Nyatanya banyak juga teman2 yang sering lupa atau malah gengsi mengucapkan terima kasih, maaf, tolong, saat mereka harusnya mengucapkannya.

Terima kasih adalah hal yang harusnya sangat biasa. Namun belakangan ini gw sering menemui orang yang tak mengucapkan terimakasih di mana dia seharusnya mengucapkannya. Kesalahan besar. They have lost my respect. Ga peduli mereka seumuran, lebih muda, atau malah lebih tua.

Yang harus direnungkan adalah, are we truly better than they are? Think again.

 

A Game Called “Kebijakan Pemerintah” Maret 31, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 9:49 am
Tags:

Hai semua, dah beberapa hari ga nulis ni ^^

Hari ini gw lagi berasa kebanyakan mikir, jadi mungkin sebagian gw tuang di sini. Tema blog kali ini adalah : (lagi-lagi) pemerintah Indonesia. Gw tadi sedang maen “role playing game” di console bernama otak Ritchie. Game ini berjudul Kebijakan Pemerintah, di mana gw memposisikan gw sebagai pemerintah, dan seorang insignificant other sebagai gw.

Tokoh utama dalam permainan itu adalah pemerintah berinisial JK (dimainkan oleh gw). JK ini mempunyai seorang asisten berinisial SBY, yang menjadi teman perjalanannya yang pendiam, padahal menurut cerita, SBY mrupakan atasan JK. Ceritanya, gw sedang mencari cara yang ampuh untuk membasmi pornografi di suatu negara (kita sebut saja negara I). “I wanna play it dumb”, gw pikir.

Jadi yang gw lakukan adalah mengambil keputusan dan kebijakan yang irasional dan gw tau banyak mengundang baik protes maupun kontroversi dari berbagai pihak, seperti memblokir akses internet ke situs2 porno. Asumsikan gw bukan orang yang mengerti tentang teknologi internet. Dengan begitu, gw akan terlihat bodoh, dan orang2 pintar dan sok pintar akan segera membuat blog atau apapun yang secara blak2an menyatakan apa kekurangan dari keputusan dan kebijakan gw. Dan mengenai masalah itu, gw akan meng-employ beberapa intel yang akan melacak keberadaan blog2 dan artikel tersebut.

Tak lama kemudian gw akan menerima hasil tulisan dari berbagai orang yang mengeluhkan, mendukung, mengkritik, dan meralat keputusan gw tersebut. Dengan banyak membaca tulisan2 dan aspirasi rakyat, gw jadi tau dan paling tidak kenal secara sepintas teknologi sekarang, seperti teknologi file sharing yang ditulis oleh seorang insignificant person dari generasi muda. Selain itu, gw jadi “sadar” akan kesalahan gw, merevisi keputusan dan kebijakan gw, meminta maaf yang sebesar2nya, dan mengatasi masalah berdasarkan keluhan dan aspirasi rakyat gw, bersama2 dengan intel2 dan tenaga kerja yang bermutu dan jujur. Gw mengerti apa yang harus gw lakukan.

Dengan begitu gw harap gw akan memenangkan permainan ini. Gw berharap untuk menghapuskan pornografi dari negara I. Tapi ternyata perjalanan menuju negara yang benar2 bersih bukanlah perjalanan yang mulus. Gw dihadang oleh rintangan yang tak sedikit. Apalagi setelah mengetahui fakta bahwa di negara I, mayoritas dari rakyatnya menentang kebijakan gw. Mereka masih ketagihan dengan pornografi dan belum bisa lepas. Ingin rasanya gw membasmi mereka semua yang nongkrong di warnet2 sambil buka situs bokep, membasmi mereka semua bersama segala nafsunya dengan ledakan granat nanas, berondongan AK47, rentetan dual baller milik Hitman, tembakan di masing2 kepala menggunakan Sniper Rifle Mosin Nagant, ataupun dengan cara konvensional : pake bambu runcing. Sayangnya, gw sejenis dengan mereka, jadi agak tak tega.

Ga cuma itu, ternyata setelah rintangan yang selanjutnya akan gw sebut rintangan alay tadi masih ada rintangan yang cukup berat, yaitu bahwa ternyata teman2 gw (dan kadang2 gw, kalo lagi butuh) masih suka korupsi apapun yang bisa dikorupsi. Rintangan alay saja sudah merupakan beban bagi gw, apalagi gw juga harus membasmi seorang boss terakhir yang berbadan satu, berkepala tiga, dan berwujud mengerikan. Kepala yang tengah bernama Korupsi, yang kiri bernama Kolusi, dan yang kanan bernama Nepotisme.

Game ini merupakan game yang unik, karena di akhir game, bukan pemeran utama yang menang, tapi musuh utamanya. Di bagian ending, tampak seorang insignificant person berdiri di dekat situ, tak tersentuh oleh monster berkepala tiga tersebut, geleng2 kepala sambil tersenyum misterius ke arah JK yang jatuh ke dalam jurang kegagalan.

Bingung karena ceritanya menggantung? Tenang saja, dilihat dari keadaannya sekarang, tampaknya game ini akan berlanjut dan berganti karakter utamanya seiring waktu, dibuat sekuelnya, mungkin jadi Kebijakan Pemerintah II, Kebijakan Pemerintah III, sampai makhluk three-in-one tersebut mati dan kalah. Tapi yang memproduksi game ini terlalu takut untuk memikirkan kelanjutan game ini, ia takut game ini menjadi terlalu panjang dan tak ada habisnya. Takut jadi seperti Tersanjung.

Yang gw lakukan adalah mematikan console imajiner bernama otak Ritchie dan segera kembali ke dunia nyata.

Seorang insignificant person terbangun dari imajinasi liarnya. Blog inipun segera berganti sudut pandang (dari sudut pandang tokoh game aneh itu menjadi sudut pandang seorang penulis blog yang agak skeptis dan tak kenal takut). Lalu gw berpikir. Apakah orang Indonesia bisa sepintar itu dalam menyusun strategi? Ah, gw rasa nggak. Semua murni keputusan yang memang terlihat bodoh.

Huah cukup untuk hari ini~ gw sudah menuangkan sebagian pikiran gw kemarin siang. Sisanya… Yaa nanti kalo sempet gw tulis blog lagi. Yang pasti buat sekarang gw udah cape ngetik. Hehe ^^

Jaa, minna-san~!

 

Pemblokiran Pornografi? What a Waste of Time… Maret 26, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 6:31 pm
Tags: ,

Udah denger kabar tentang Wakil Presiden kita yang mengusulkan (atau menyatakan) rencana memblokir situs2 pornografi di Indonesia? Kalau belum, baca di sini.

Mau tau pendapat gw tentang itu? Itu semua cuma ngabis2in biaya, tenaga, dan waktu. Gw mau ketawa dengernya.

Pertama2, gw jelaskan dulu bahwa gw bukan mendukung adanya situs2 seperti itu. Dan jujur aja, gw pernah mampir ke situs2 tersebut. Tapi yang gw pertanyakan adalah, buat apa sih situs dan konten pornografinya itu dilarang2? Toh mestinya orang yang sudah berumur lebih dari 21 tahun bisa mengakses situs tersebut secara legal.

Buat apa sih dibikin kebijakan yang terkesan munafik dan terburu2 ini? Orang Indonesia itu ga goblok. Mereka biasanya selalu bisa mencari celah. Bayangin aja, berapa banyak situs di Indonesia yang mengandung konten seperti itu. Ini belum termasuk forum2 yang memuat di mana kita bisa mendapatkan pornografi secara bebas dan gratis. Apalagi didukung dengan sistem file hosting, yang memungkinkan sang empunya bahan pornografi men-share semua miliknya, bahkan bertukar dengan orang lain.

Itu yang pertama. Kedua, media pornografi itu sangat banyak. Apakah dengan mematikan akses ke internet yang mengandung situs pornografi itu, orang bakal menyerah? Pornografi adalah hal yang sangat gampang untuk dibuat dan disebarkan, bisa lewat media HP, VCD, DVD, majalah (baik yang elite maupun yang stensilan).

Pornografi itu seperti rokok. Menurut penikmat, rokok memberi kenikmatan, bikin ketagihan, dan sulit sekali untuk menjauhkan diri darinya. Segencar apapun usaha orang2 untuk menjauhkan rokok dari kehidupan kita dan sebanyak apapun orang yang tak suka dengan bau asapnya yang mencekik leher, orang akan terus menikmati rokok.

Bedanya, pornografi tak mempunyai dampak fisik secara langsung. Jika rokok merusak paru-paru dan jantung dan sejumlah dampak negatif langsung, pornografi merusak mental orang yang mentalnya memang sudah lemah.

Buat gw, karena gw orang yang sedikit mengerti tentang komputer dan internet, gw mau secara blak2an menertawai kebijakan menutup situs2 pornografi. Soalnya bahkan gw bisa menemukan konten pornografi yang gw mau tanpa harus mengakses situs porno sama sekali. Jangan2 sang pengambil kebijakan ini tak mengerti adanya file sharing di internet dan forum2. (yea i’m only 18, not yet legal in some countries, yet I can say this). Ini berarti ada kemajuan yang belum dipahami generasi tua.

Tapi gw juga bukan orang yang tak menghargai kebijakan orang lain. Sebagian dari gw setuju terhadap kebijakan ini, kenapa? Ga ngefek juga sih buat gw, kalo mau dibilang. Pertama, gw jarang buka situs2 ky gtu, banyak kesibukan yang mesti gw jalanin. Toh kalo gw mau, gw tau apa yang harus gw lakukan. Hehehe. Kedua, sepertinya kebijakan ini ditekankan di warnet. Cuma alay yang mau buka bokep di warnet. Gw sih malu. Dan pernyataan inilah yang bikin gw setuju ^^ hahahaha… Gw rasa mental alay2 emang udah rusak… Orang2 kaya gitu tuh yang perlu dijauhkan dari pornografi…

Sebenernya kalo mau direfleksiin, pornografi itu tergantung dari mental masing2. Kalo mentalnya kuat dan itu cuma buat konsumsi pribadi, why not? Toh orang yang bermental kuat ga bakal memperkosa orang setelah melihat situs porno. Dan kita tau sendiri, bagaimana mental anak bangsa kita dan tingkat edukasi di Indonesia tentang pornografi. Ini juga yang membuat gw setuju terhadap pernyataan pemerintah.

Jadi akhirnya, komen gw adalah, gw udah ga perduli lagi tentang kebijakan pemerintah tentang pornografi dan kadang2 bingung kenapa pemerintah tak mengurusi hal yang jauh lebih penting. Kebijakan pemerintah kadang2 terlalu “dispersed”, ga fokus pada satu masalah dan menyelesaikannya satu-persatu, malah berpindah2 ke masalah lain yang sebenernya kurang penting. Akibatnya, masalah yang penting tak terselesaikan dan akar permasalahan tak tercabut, malah seperti rambut yang dicukur, tumbuh makin pesat selagi pemerintah memusatkan perhatiannya ke masalah lain.

Gw bener2 berharap punya pemerintahan yang lebih bijaksana daripada pemerintahan yang sekarang. Dan sebenernya agak berharap blog gw ini dibaca, ga cuma oleh temen2 gw, tapi juga oleh orang2 dari luar lingkup temen gw yang tentunya punya pendapat berbeda2 tentang ini. Yang mau komentar dan mengemukakan pendapat tentang pornografi di Indonesia, u are always welcomed.

 

F*** *** is for FRIE NDS Maret 23, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 3:32 am
Tags:

Hai hai ^^

Apa yang gw tulis malem ini mungkin agak ngelantur, karena gw ngisi blog ini cuma iseng dan ga ada tujuan khusus, lagian udah malem *liat jam* (maksud gw, pagi). Gw udah ngantuk berat, mata udah kedap kedip kaya lampu natal, jari udah susah ngetik, mulut udah setengah melongo gara2 males buka tutup mulut buat nguap, dan segambreng ciri2 orang ngantuk berat lainnya.

Tapi gw menyempatkan diri untuk menulis sebuah blog tentang… Tentang… Tentang… zzzzz…

Haha ga penting ah. Oke mari kita bahas sesuatu di malam yang dingin ini. *nguap* Gimana kalo… Temen? Kayaknya itu suatu topik yang penting dan deket banget ma kehidupan kita sehari-hari.

Siapa sih yang ga punya temen? Gw punya temen, u semua punya temen, penjahat, dan penjahit *lho? is it a pun?* (ada yang ga tau apa itu “pun”? buka wikipedia, teman, the English one) juga punya temen, dan semuanya seperti dihubungkan benang2 ruwet yang membentuk suatu network yang sangat luas yang mungkin ujung2nya tak saling bertemu. Bahkan maling sendal dan maling ayam pun punya temen (ya ampun bang, nyolong ayam kok rame2).

Oke itu ga penting, gw rasa u semua tau. Silly me. Jadi, gw pengen bahas masalah ini, karena gw adalah seorang yang susah punya temen baik. Gw bukan punya masalah dengan pergaulan, gw malah merasa cepet membaur sama komunitas baru. Tapi masalah yang gw punya adalah, gw selalu bingung apakah gw bener2 punya temen yang bisa setiap saat gw ceritain, yang juga nganggep gw temen yang deket. Apakah gw bisa nyebut dia sebagai temen deket gw dan dia nyebut gw temen deketnya?

Enak yah kalo cewek, they almost always have besties. Mereka bisa gandengan tanpa dikira lesbi. Bukan! Jangan salah tangkep gw mau gandengan ma cowok tanpa dikira homo. Gw ga homo dan gw ga mau gandengan ma cowok, tapi gw mau punya temen yang nganggep gw eksis dan kehadiran gw diakui dan punya arti serta guna buat dia.

Gw bingung deh, sebenernya tau dari mana sih seorang tu bener2 temen baik ato hanya sebates temen? Kalo u semua baca blog gw yang Foolosophy, friendtest kayaknya bukan ukuran yang tepat. Kalo gw perhatiin yah, justru orang2 yang rajin baca blog gw, yang sering kasih comment ke blog gw, itu adalah orang2 yang boleh dibilang ga terlalu deket ma gw (ada sih yang deket, cuma ga banyak). Mayoritas cuma deket di dunia maya. Kebanyakan gw belom ketemu secara langsung. Banyak orang2 yang gw harapkan untuk membaca blog gw, malah ga begitu antusias untuk baca. Yaah itu sebenernya tuntutan gw sih yang mungkin terlalu tinggi, mungkin mereka ga suka baca blog. Toh temen juga bukan diukur dari situ.

Tapi buat gw, kalo gw punya temen baik, walaupun gw ga suka gw bakal tetep hajar bleh. Tentu saja dengan menunjukkan tanda2 antusiasme. (contoh : misalnya gw ga suka mandi, tapi kalo temen gw tu orangnya bersihan ya gw pasti mandi dengan penuh semangat dan antusiasme *aduh ya ampun contohnya jorok banget. FYI, gw SUKA mandi, cuma suka MALES, jadi suka TELAT mandinya, bukan ga mandi, inget tuh Sier…*) Segoblok2nya manusia, pasti bisa ngerasain, kita tuh niat ato ga kalo ngelakuin sesuatu. Kata2 yang ampuh buat memulai suatu percakapan yang menunjukkan interest adalah “Oh ya?!”. Selanjutnya, bisa ditambah sederet kalimat2 tokcer lainnya. Lebih menunjukkan niat daripada “Oh begitu…”, frase2 yang seperti ini (contoh laen : “Gw udah tau kok.”, “Ya udah deh kalo gitu.”) menutup topik dan memaksa lawan bicara untuk mencari topik baru. Kesannya males.

Oleh karena gw menuntut hal2 seperti ini ke temen2 gw, gw selalu melakukan hal itu terhadap mereka. Gw mau menunjukkan bahwa gw temen yang baik dan loyal. Kadang2 gw ga terlalu mikir tentang beginian, tapi kadang2 kepikiran dan sekarang gw lagi kepikiran, jadi gw tulis deh. Emang pikiran gw suka aneh. Salahkanlah ia jika apa yang anda baca membuang waktu anda.

Jadi, apa sih sebenernya yang bisa dijadiin parameter seberapa deket temen itu sama u? Gw juga bingung. Sering jalan bareng? Boleh juga. Tapi gw punya temen deket yang jarang jalan sama gw. Sering jalan bareng juga bisa terpaksa, kayak kasus yang pernah gw alami di mana gw sebenernya terjebak, stuck ma temen yang gw ga suka gara2 dia parasit. Dia untung nempel2 ma gw, gw rugi ditempelin ma dy. Care? Belakangan ini care udah jadi sesuatu yang diobral. Semua orang bisa nanya ke u, “Chie, udah makan?” ato “Chie, u katanya sakit DBD ya? Cepet sembuh ya… Jangan lupa diminum obatnya”. Bahkan orang yang baru kenalpun bisa ngomong kayak gitu.

Di contoh pertama di paragraf sebelumnya, gw kasih contoh pengalaman nyata gw. Itu merupakan bukti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang punya ego. Kita bisa jadi pengen deket sama orang, tapi kita cuma dianggap parasit. Ga guna. Sedangkan ada orang yang juga pengen deket sama kita, tapi usaha dia di mata kita jelek. Sama kan? Yaa kalo kaya gitu yaa, nasib. Contoh : cinta segitiga di mana cewek A suka cowok B, tapi cowok B menganggap cewek A sampah. Cowok C suka cewek A, tapi cewek A menganggap cowok C sampah. Ternyata cowok B homo dan dia suka cowok C, dan cowok C menganggap cowok B sampah. Nasib. Semua sampah, diliat dari sudut pandang berbeda. Mungkin gw juga.

Ini blog jadi lebih mirip kaya keluhan ya daripada pikiran? Kayaknya otak gw udah ga kuat menyimpulkan apa isi blog gw sendiri. Gw aja udah ga inget gw nulis apa di paragraf ke7 (jangan2 malah belom ada paragraf ke7, aduh serem banget). Gw cuma menulis yang terlintas. Inilah pikiran seorang manusia normal yang egois, yang butuh perhatian dan pengakuan. Yang punya tuntutan dan harapan. Kadang2 gw jg suka iri seh. Parah. Maaf yah kalo ga membantu apa2. Gw bener2 ngantuk nih.

zzzzzzz……. *tepar*

 

“Jangan Pernah” versi Ritchie part II Maret 21, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 9:56 pm
Tags:

Lanjutan blog yang pertama…

“yak ini lanjutan dr blog sebelumnya… td sampe no. brp yah?
hmmm…
kyna 3 yah?
okkee lanjuuutt~~~

4. Jangan pernah overestimate diri sendiri n underestimate org lain

Kedua hal di atas kurang lebih sama, intinya meninggikan diri sendiri, ato merendahkan org laen. Smuanya menghasilkan arogansi n ego, sifat yang paling mendasar pada manusia. Sifat ini bs membuat u dibenci oleh semua org. Buat loe yg masih merasa ganteng/cantik n merasa org laen cupu, shake it off. Now. Smua org pny kelebihan masing2 n gw pcaya eksistensi inner beauty… ^^ narsis itu boleh, cuz u harus pny rasa cinta diri sendiri buat membangun rasa percaya diri, tp jgn kelewatan… Ini jg berlaku saat u melakukan sesuatu, jgn blg bisa untuk hal yg sbnna u ga bs, ato jgn batesin kesempatan org laen untuk nyoba suatu hal yg u anggep mrk ga bs… Who knows klo tnyata mrk capable of doing sumthin? U’ll never know, haha… Mesti dcoba skali2 lahh…

5. Jangan pernah takut ambil resiko

Mgkn ini agak berlawanan ma saran gw yg d atas, knapa? kbykan org mikir, qta ga boleh blg ga bs… itu cm bkl bqin qta tambah ga bs… itu 100% bener… tp yg namanya manusia itu pny bates, ky comment blog gw yg d bwh *in case u miss it*, seorang pemimpin tau bates2na, dy tau seberapa kemampuannya, dy tau kpn dy bs melakukan sesuatu, kpn dy ga bs, n ap yg hrs dy lakukan. Dan di setiap keputusan, ad konsekuensi ato resiko. Dengan gw blg ky gni, bukan berarti segala resiko u ambil, mengambil resiko jg perlu perhitungan. Klo u tafsirin ky gtu, brarti bkl byk org2 bakal gagal. Timbang2 dulu mana yg lbi besar, rugi ato untungnya, n kira2 brp peluangnya. Ini berhubungan ma saran yg sblmna… d mana klo u memilih untuk ambil resiko untuk sesuatu yg u ga yakin bisa, bs jd u berhasil… jgn terlalu kaku ma hidup, smua tu ky 2 keping uang logam. Ini kurang lebih bs jd jawaban buat org2 yg nanya “u ga blh blg ga bs kan Chie?”, buat mrk yg merasa ga bs, ini jadi pilihan u, mwkah u ambil resiko? This is a reworded topic sentence : jangan pernah takut ambil resiko, tp jgn selalu ambil resiko… ^^ pikir2 dlu… remember that everything has a risk xp

6. Jangan pernah takut mengakui kesalahan

Ini juga merupakan satu topik yg cukup pentink… karena dewasa ini, mgkn sebagian besar org MENUTUPI kesalahan instead of MENGAKUInya ^^ ad saat dmana gw merasa diteken, n untuk lari dr masalah gw menutupi masalah… Nutup2in masalah tu sbnna caranya ad byk… cm yg paling populer adalaha menggunakan kebohongan, yang harus ditambal secara reguler, untuk mencegah adanya kebocoran xp klo ud bohong, u cm tgl pny 2 pilihan : ngaku, ato terus bikin kebohongan-kebohongan lain… biasanya c jarang bgt org nglakuin yg ptama… cara paling populer kedua adalah dengan cara nunjuk orang lain *ato objek laen*… seperti tmn gw, dy maen trumpet, waktu niup nadanya salah2 n blepetan… mw tau dy ngomong ap? “duh ni trumpetna ud karatan”, ato “wah ni kbykan ludahnya”… mw tau lg ap yg terjadi berikutnya? abiz dibuang ludahnya, dy ttp ga bs niup dgn baik… tmn gw pake trumpet itu n dy ga ad masalah, niupnya bersih… isn’t that just ridiculous?! ‘Nuff said, if I were him, I would just say “Yea I don’t play the trumpet well, so what? That’s why I need to practice more” instead of blaming the pitiful trumpet… Masih ad yg mw coba nutupin ksalahan setelah denger kasus “lucu” yg bisa bikin u diketawain ky gini? Share ur experience, buat yg sukses menutupi kesalahan ^^ I would really lyk to hear any of it, if there’s any xp

part 2 sleseee~~~!!!
agak kurang berarti dibanding yg ptama, IMHO…
maybe I’m just tired ^^
hahaha
*am currently thinking whether I am going 2 continue these selfish advices or not*”

 

“Jangan Pernah” versi Ritchie part I Maret 21, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 9:55 pm
Tags:

Lagi2 dari blog lama…

“ACHTUNG!

blog ini gw tulis dengan sangat, sangat subjektif dan mengandung unsur SOTOY dengan konsentrasi yang tinggi…
perlu jg gw beritahukan, bahwa ap yg gw tulis di sini bisa berlaku bagi sebagian orang yang berpola pikir sama ky gw *ato terbuka dalam menerima perubahan pola pikir*, bisa juga tak berlaku, bahkan berlawanan dengan prinsip kalian smua.
Oleh karena gw mengakui adna diversity dlm pola pikir setiap org, maka gw mengharapkan kalian jg menghargai ap isi tulisan gw ini, kritik membangun bkl gw trima dgn dada selapang-lapang lapangan bola Kolese Kanisius *ga selapang lapangan bola stadion Bung Karno tapi cukup lapang*
harap dipilih, dicerna, dan diserap mana yang menurut anda baik dan benar ^^

yak sebelum gw dirajam massa gr2 menulis blog yg terlalu panjang dan berbelit2, qta mulai ajah…
sbnna blog ini isinya pikiran gw yg merupakan semacam saran, buat mereka yang masih bingung akan banyak hal… Saran2 ini agak ga berhubungan satu sama laen, gw harap sih bisa membantu… cm gw ga berharap banyak, haha, jd blibet dah… langsung aja d…

1. Jangan pernah takut menyatakan perasaan

Baik itu perasaan suka, ga suka, care, cinta, marah, ato benci sekalipun. Jangan sekali-kali memendam perasaan, outcomenya ga bkl lebih bae… Dlu gw pernah pny ce, yaa mgkn cm ky maen2an, cuz wkt tu gw mc blm cukup gede, cm gw dah pny perasaan. Gw dlu sukaa bgt ma dy, tp gw ga bs nunjukin klo gw sayang ma dy gr2 malu. Akibatna, gw jarang ngomong ma dy, ujung2nya, ga ad kejelasan ^^ n gw aj mpe skrg ga yakin, gw pna ga c jadian ma dy. Skrg dy da jadian n mskipun gw da ga suka ma dy, ad pikiran “coba gw dlu bgini, coba dlu bgitu” wkt ngliat dy jalan ma conya, buat kalian yg baca puisi2 gw, hampir semua inspirasinya dtg dr ce satu ini. N rasa sesal yg gw alami wkt tu lbi bsar dr rasa malu gw… Contoh laen, gw pna sensi ma 1 org [n mungkin skrg masih], gw secara ga sadar ngomongin dy d blkg ma tmn2 gw yg jg sensi ma dy… Akibatnya lama kelamaan gw makin benci ma dy, n skrg gw ga pna ngomong ma dy lg. Gw ngerasa rugi jg, skrg ud ga bs diapa2in tu tmn… Feel gw jg dah sensi mampus ma dy, dalam hal ini klo gw lgs bilang k dy, sifat2 ap yg gw ga sk, gw rasa ga bkl kjadian ky gini…

2. Jangan pernah takut menyatakan pikiran

Jangan pernah takut menyatakan pikiran loe d dpn siapa aj, u bisa milih mempertahankan ap yg mnurut u bner, dan/ato terbuka n selalu menerima masukan, permintaan, omongan, n harapan org. Buat kalian yg kurang mikir, seiring waktu pola pikir qta tu berubah… Jujur aj gw mengalami itu, yg namanya perubahan dari idealis jadi realistis, dari mentingin hasil, jadi mentingin image. Knapa? qta dihadapkan pada kenyataan bahwa yang kita kenal sebagai hasil yang “baik” ga selalu dateng dari proses yang mulus n bersih. Selalu ad peranan image, kadang2 keinginan pribadi loe dihalangi ma image yg diharapkan dr loe. Contoh singkat, image sinetron di Indonesia ud jelek, btul? Mnurut kalian semua, apakah Indonesia mungkin menghasilkan sinetron bagus? Sebagian besar pasti jawab ga mungkin n mgkn malah ud trauma nonton sinetron Indonesia. Itu yg gw maksud pentingnya image. Idealnya dari dulu d plajaran PPKn (sekarang Kn aj) qta diajarin bahwa sekalipun orang memandang qta jelek, qta harus tetep berbuat benar. Pada nyatanya, ap kalian mau ngelawan satu negara yang ud korup dari akarnya? Smua org ingin sukses, dan untuk mencapai kesuksesan d negara yang korup itu ga gampang kalo qta berpegang teguh pada pelajaran-pelajaran konvensional ky gtu. Sebagian dr gw blg “klo smua org ngomong gtu kpn benernya ni negara?”. Gw jg tau koq, yaa itulah gunanya diversity pada pola pikir org2. Selalu ad org jahat dan org baik. Polisi bakal nganggur klo ga ad kejahatan. Gw mulai berubah dari “org baik” ke “org jahat”, bukan dlm arti sebenarnya, cm mank gw org yg ga suka diatur, n gw ga pna suka pelajaran Kn… Smua itu pilihan. Skali lg, ini cuma pikiran gw yg sangat subjektif. Yg bs gw blg, image itu penting, apapun yg terjadi.

Ahh gw baru nyadar tulisan gw dah panjang skali…
buat saran-saran selanjutnya gw bikin pendek dah *mskipun gw jd ngrasa kurang puas nulis*

3. Jangan pernah takut ngajak kenalan orang lain

Kenapa gw ngomong ky gini? Ada saatnya ketika gw ngerasa malu buat ngajak knalan org, n akhirna gw nyesel ndiri gr2 ga ngajak knalan. Selalu coba dlu, jgn kalah sblm perang, cuz u ga bkl keilangan ap2 dgn ngajak kenalan org. Klo dtolak jg cuek aj, brarti dy ga cocok ma u. Pada dasarnya, semua org seneng berkenalan n ktemu tmn baru, tp liat2 jg lah, klo bisa cari org yang tampaknya ramah. Masalah klo aslinya ternyata psikopat tu urusan belakangan. Yg perlu diinget adalah tetep jaga kesopanan n jgn skali2 bersikap norak. Gw bukan nyaranin jaim, tp ga jaim n norak tu masih dipisahin ma gap yg cukup luas. Butuh contoh konkrit? klo ga jaim : bersikap ap adanya, cerewetlah klo u mank cerewet, jgn jd banyak omong klo u mank pendiem, klo norak : treak2 sambil tunjuk2, apalagi sampe orgna denger, sampe depan orgnya ga bs ngomong ap2 n keabisan topik. Bersikaplah biasa n usahakan klo mo benerin penampilan jgn d dpn orangnya. Jangan sampe org yg mw u ajak knalan ngliat u jilat2 jempol kanan kiri truz sok nyisir alis, ato garuk2 kpala, dicium, truz ngetes kadar toksisitas napas. Buat yg imajinasinya ga jalan, maaf ya kalo blog ini agak garing2 gimanaaa gtu… Move on~ bersambung d blog brikutnya…”

 

Foolosophy Maret 21, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 9:53 pm
Tags:

Ini blog yang lebih basi lagi, tapi di dalemnya lagi2 ada pikiran gw. Jadi gw putuskan untuk nyalin ini juga ke blog gw yang baru. By the way, did y’all notice the change in my way of typing? Yang baru agak sedikit lebih formal. Kenapa yah? I wonder…

Well, silahkan menikmati.

“Akhirna gw nulis blog lg ^^
para pembacaaa~~
seneng ga seneng ga?
huehue..
mw nulis ap yah?
biasana plg gampang nulis kejadian hari ini…
umm…
ap yah?

………………… naah, nothing special

sbnna pgn upload puisi lg… cm males c…
ad d harddisk kompie atas…
*buat kalian smua yang nanya “emank loe di mana?” jawabanna obviously will be “gw d bwh”*
FYI kompie gw yg d atas tuh ud abal stenga mampus sehingga fungsinya sudah bergeser, n mengalami penyempitan makna… (jadi gw online d bwh)
komputer gw (yg di atas, jelas) telah menjelma menjadi mp3 player raksasa dengan kapasitas 40 GB… Yg skrg ud dikalahin dr segi kapasitas dan ukuran ma iPod video yg besarna sepersekian dari monitor LCD gw…
hebatnya Apple…
masi untung komputer gw ituh mc bisa jalanin photoshop buat bqin desain2…
tuh kan omongan gw melenceng jauh…
jadi intinya sampe skrg gw mc bingung mw nulis ap…
ah dudul… ga jelas gini sih…

kapan c blog gw pna jelas?
mgkn da berkali-kali gw brtanya ma diri gw sndiri…
heran yah ga bosen2…
tp klo mw dpqir lbi jauh…
guna blog ituh ap c?
luapan perasaan? pikiran? buah karya? pelampiasan emosi? pembunuh waktu?
yaa ga salah jg c kyna gw nulis bgini…
gw nulis ap yg gw pikir, n ap yg loe baca ini merupakan bukti abstraksi otak gw…
dan mgkn blog gw ini bukan satu-satunya blog yg memuat ketidakjelasan…
ato itu cm rasionalisasi?
gr2 gw ga mw salah? gw bner2 ngrasa mulai egois…
heumh… melankolis bgt c ni blog…

mgkn ini jg lg dipengaruhi ma suasana hati gw yg lg keruh…
blkgn ni gw ngrasa agak depresi…
gw jd 2x lebih sering berpikir drpd biasana…
pdhl aslina gw sudah merupakan seorang pemikir yg bs2na ngobrol sambil mikir, maen sambil mikir, makan sambil mikir dan lain lain sambil mikir…
bedanya kalo pemikir hebat memikirkan suatu yg spektakuler dan menyangkut kepentingan org banyak… klo gw memikirkan apa aja yang nyangkut d otak dan menyangkut kejadian yg agak kurang penting untuk dibahas dan dikupas tuntas…
bbrp detik setelah gw memulai kalimat gw yg trakhir ini, tau2 pikiran ttg friendtest muncul bgtu saja entah dr mana…
mumpung mc fresh, gw tulis aj d…

kreatif jg yah org yg punya ide buat bqin friendtest ^^
org yg ngisi berusaha membuktikan bahwa dy adalah tmn yg bae n deket ma org yg diisiin friendtestna…
sedangkan org yg buat berusaha menciptakan pertanyaan sedemikian sehingga tetep susah dijawab oleh org2 yg udah ngrasa deket skalipun…
klo gw, orgna seneng kenal org sampe hal-hal terkecil sekalipun…
malah bs dibilang gw lbih suka nilai org dr hal-hal kecil yg biasa ga diliat ma org laen…
aneh, memang…
ap hubunganna ma friendtest?
yaa itu dy ^^;
kdg2 gw suka agak merasa betapa gw “jauh” ma org yg gw isiin
setelah gw mengetahui fakta bahwa gw ga bs isi friendtestna dgn lancar…
semakin deket gw ma org itu, semakin jauh rasanya klo dr pertanyaan 1 ke pertanyaan 2 aj jalannya padat merayap keringetan…
it doesn’t occur everytime tho’…
cm frekuensinya mgkn makin sering, dilatarbelakangi ke-melankolis-an gw belakangan ini…
ud ky ank emo aj…

tp kmudian sisi lain dr gw blg “ngapain c dipikirin?”
org klo gw jd pihak pembuat friendtest gw jg mengajukan pertanyaan aneh nan mustahil untuk dijawab… n bahkan cm sekedar lucu2an seperti :
“dengan anggota tubuh bagian mana gw menyalakan komputer di atas?”
a. telunjuk tangan kiri
b. jari manis tangan kanan
c. kelingking kaki kiri
d. jempol kaki kanan
(maaf ya jari tengah, bukan mau diskriminasi tapi opsi jawaban cuma ada 4)

buat loe yg penasaran jawabanna adalah d.
ya, loe smua bakal ngerti kenapa klo loe liat posisi komputer gw…
smua yg logikanya jalan c pasti ngerti bahwa itu adalah pertanyaan 50 : 50…
kenapa? di dunia ini rasanya ga ad org yg bkl nyalain komputer dengan jari manis dan kelingking (baik kaki maupun tangan)
omongan gw ini ga berlaku bagi org yg jempol ato telunjuknya mengalami kecelakaan, of course…
pola pikir sperti di atas menyisakan 2 jawaban, yaitu jawaban a n d…
selanjutna c hoki2an…
*watch out, mgkn gw bneran nanya ini d future friendtest gw*

Itulah gw… coba berapa baris yg gw buang cuma buat mikir n bahas hal bgtuan, ma diri sendiri pula diskusinya…
ud gtu mendink menemukan solusi…
ini malah cm ad 2 kata untuk menyimpulkan pikiran sepanjang antrean mudik di kala Lebaran… yaitu “yasudahlahya” atau “that’sjustthewayitis”
yak cukup mengenai friendtest…
gw kyna dah mulai eneg mbaca tulisan gw sndiri yg makin lama makin ga lucu…
mank bad mood tuh ngaruh bgt ye…
hayo sapa yg lg bad mood jg, tmnin gw smsan nyok…
cukup dah buat hr ini…
sbnna ad lg yg gw pikirin, tp ga usa diomongin lah…
tar ga abiz2… ^^”

 

Ujian, Belajar, Peluang, dan Harapan Maret 21, 2008

Diarsipkan di bawah: My Thoughts — tetchi9190 @ 9:38 pm
Tags:

Ini blog yang gw salin dari blog gw yg lama. Kenapa?

Walaupun basi, ini berisi pikiran gw ^^ agak kompleks dan sotoy, tp bener kayaknya. Blog ini gw tulis waktu hari pertama ulangan umum, n gw salin biar u semua bisa baca blog ini tanpa harus mampir ke blog gw yang lama.

Here goes.

“Hari ini adalah hari pertama gw ulangan umum, n gw anggep ini bukan awal yang baik.

Hari ini ulangan kimia. Menurut gw soalnya standar, bahannya jg standar, Sifat koligatif larutan, reaksi redoks, elektrokimia, kimia unsur, hidrokarbon, n radioaktif. Ga ad yang terlalu susah, ga bs jg dblg gampang. Serba standar, setelah soalnya diperhatiin n dicermati lebih lanjut. Sayangnya perhatian n kecermatan ini baru keluar SETELAH ulangan dan bukan SEBELUM ulangan.

Apa mau dikata, setelah nyocokin hasil jawaban gw ma tmn gw (yang konon katanya cukup pintar, n mgkn bukan cm sekedar cukup), dari 40 soal kimia yang tadi gw kerjain, gw cm bener 28. 28 : 4 = 7. 7 untuk awal sebuah ulangan umum bukan merupakan nilai yang bagus. Ga remed sih, emank… Tp ga puas, lagipula riskan. Gmn klo tnyata tmn gw salah? Iya klo tnyata salah truz yg bener gw. Klo ga?

Mundur sdikit lagi, masih inget ma resolusi gw? Gw bilang mau belajar, gw mw jd orang yg lebih rajin, plg ga sdikit demi sdikit. Dan kemaren, gw lakukan itu. Menurut gw, gw bs ngerjain semua latian yang dikasih dengan baik, yap, semua bs gw kerjain, walaupun plus nanya sana-sini. Mundur lebih jauh lagi, gw jd inget wkt taon ajaran lalu, dmana maen PS dah jd agenda pasti menjelang ulangan umum, menggantikan porsi blajar. Orang laen sibuk blajar n berkutat ma angka [buat ank SOS mgkn berkutat ma masalah sosial? Gw ga tau, pokoknya sibuk], gw malah nyantai, tidur, maen, smsan, tpon, gangguin orang blajar tanpa tau diri. Mau tau brp nilai yg gw dapet dengan usaha minimalis n bqin nyokap melengking histeris non-stop itu? Yaa sekitar 7-8 jg.

Setelah refleksi mundur bbrp kali ke belakang, gw sampai pada kesimpulan bahwa ada aj org ky gw yang walaupun ud blajar, ttp aj dapetnya pas-pasan. Jadi mending ga usah belajar, ya ga? Salah, dudul. Beberapa menit kemudian gw inget pelajaran matematika di kelas XI. Semuanya ada peluangnya, ada permutasi dan kombinasi begitu rumit yang mengatur seluruh kehidupan di alam semesta. Ada peluang konsentrasi u buyar gara-gara ngeliat guru seksi yang ngelewatin koridor buat cowo-cowo normal, ato gara-gara keinget di ruma ga ada orang n u lupa ngangkat jemuran di musim ujan buat cewe-cewe yang ga punya pembokat. Di mana contoh yang kedua ini juga merupakan contoh absurd akan adanya peluang. Berapa sih peluang ada cewe yg hari gini tugasnya masih ngangkatin jemuran, ga pny pmbokat, n bokap-nyokapnya kerja? Kecil banget kan? Tapi bukan itu yang pengen gw bahas. Bukan cewenya, tapi peluangnya. Kembali ke masalah ulangan tadi, kesalahan-kesalahan gw sangat amat sepele sekali. Harusnya bisa bner klo gw kerjain lebih teliti. Yaa mgkn bs jadi 8 lah.

Baru setelah gw mikir kaya gini, ada kesimpulan yang lebih “mulia” daripada kesimpulan sok tau yg berasal dari stereotip sejuta umat anak sekolah tadi. Belajar bukan ga ada gunanya, tapi memperbesar harapan u dapet nilai lebih bagus. Ibaratnya kalo ada bola dari 1 sampe 100 n u dsuru ambil satu, klo u ga blajar, mgkn bola 1-50 tertulis “Maaf, Anda kurang beruntung, coba lagi di ujian berikutnya” dan bola 51-100 tertulis “Yaa, at least kga remed“. Klo blajar, masih tergantung dari intensitas konsentrasi n daya tangkap, klo kbetulan IQ u jongkok n lalu lintas cairan otak kurang lancar ato padat merayap alias kurang encer, ya ap boleh buat, DL. Derita Loe. Mgkn bola 47-50 berubah jadi “Selamat, Anda lolos remed”. Ato kalo IQ loe cukup tinggi mgkn rangenya melebar, misalnya mulai dari bola nomer 44.

Ini cuma perumpamaan n bukan sesuatu yang pantas buat diitung. Dalam kehidupan nyata, bola yang bisa loe ambil mgkn lebih banyak dari jutaan, sedangkan ngitung peluang ga usa mpe sejuta juga pasti qta dah pusink berat. Cuma orang sinting yang mau nyoba hal-hal mustahil yang bisa Tuhan kerjakan untuk banyak orang di dunia. Dari sini qta bs ngeliat lagi, betapa Tuhan sungguh hebat, ngatur kehidupan seluruh organisme di dunia, dari kingdom Plantae sampe Animalia yang masing-masing dibagi lagi, lagi, lagi, dan lagi, menjadi genus, yang bisa digolongkan lagi menjadi spesies yang berbeda-beda, yang pastinya di dunia ga cuma 1 n masing-masing punya jutaan peluang yang berbeda-beda. Perlu diingat bahwa nilai juga ditentukan oleh asupan ASI saat kecil, kadar kesombongan, IQ, niat dan suasana belajar, sifat dan persepsi mengenai nilai, banyaknya doa, tersedianya stok snack yang memadai, mesin scanner nilai, kualitas pensil 2B yang kita pake, kesempatan untuk nyontek, kecepatan menghitung, waktu yang tersedia, n d last but not least *karena daftarnya masih panjang banget,* tentu saja hoki.

Sekarang semuanya terserah u yang baca blog ini ^^ mau blajar untuk ningkatin harapan dapet nilai bagus, ato mw ngetes keberuntungan dengan santai-santai n ga blajar.

As 4 me, gw bakal tetap blajar walaupun ngerasa agak sia-sia, kenapa? Hell, gw ud bikin resolusi. N seorang cowo [harusnya] ga pernah menjilat ludahnya sndiri. Buat yang ga ngerti peribahasa, maksudnya bukan jorok gitu, tapi maksud gw, gw ud ngomong gw akan belajar, n that’s what i’m going 2 do xp kalo mau sedikit positive thinking ditambah dengan sedikit rasionalisasi n menghibur diri, mgkn td gw lg ga hoki, n klo gw blajar buat bsk mungkin gw bakal ngambil bola yg tulisannya “Selamat, usaha Anda membuahkan hasil”.

N.B : gw berenti nulis gara2 di ms.word, blog ini dah ngelebihin 1 halaman dengan line spacing single.”